Huawei Gelar 4th Digital Economy Development Forum

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

David Wang, Huawei's Executive Director of the Board, delivering the opening speech for the 4th Digital Economy Development Forum

David Wang, Huawei's Executive Director of the Board, delivering the opening speech for the 4th Digital Economy Development Forum

Beralih dari Visi Menjadi Nilai Tambah untuk Masa Depan yang Cerdas

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

BARCELONA, Spanyol, 5 Maret 2026 /PRNewswire/ — Di MWC Barcelona 2026, Huawei menggelar 4th Digital Economy Development Forum yang dihadiri hampir 100 pembuat kebijakan digital, pakar industri, serta perwakilan asosiasi industri dari berbagai kawasan, termasuk Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika. Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai peluang baru bagi perkembangan ekonomi digital di era kecerdasan buatan (AI).

David Wang, Executive Director of the Board, Huawei, membuka acara dengan memaparkan perspektif dan praktik terbaru Huawei terkait sejumlah isu penting seperti kebijakan, infrastruktur, dan pengembangan talenta yang selaras dengan tema acara "From Vision to Value for an Intelligent Future" (Beralih dari Visi Menjadi Nilai Tambah untuk Masa Depan yang Cerdas).

David Wang, Huawei's Executive Director of the Board, delivering the opening speech for the 4th Digital Economy Development Forum
David Wang, Huawei’s Executive Director of the Board, delivering the opening speech for the 4th Digital Economy Development Forum

Saat ini, AI berkembang pesat di seluruh dunia. Agen AI juga mulai memainkan peran penting. Selain itu, penerapan AI berwujud fisik juga semakin cepat. Menurut IDC, pada 2030, AI diperkirakan berkontribusi sebesar US$22,3 triliun terhadap perekonomian global. Hal tersebut menunjukkan, ekonomi digital tidak lagi hanya tentang "konektivitas + data", namun telah berkembang menjadi "AI + pengambilan keputusan." AI pun mulai mengubah lanskap ekonomi global dan menata ulang rantai nilai industri.

Berdasarkan pengalaman Huawei dalam pengembangan ekonomi digital, Wang menyoroti tiga hal utama yang perlu diperhatikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital global yang berkualitas. Pertama, dunia memerlukan kebijakan industri yang kondusif guna mempercepat pengembangan ekonomi digital serta mendorong integrasi antara ekonomi digital dan ekonomi riil. Kedua, dunia membutuhkan infrastruktur yang berorientasi pada masa depan agar ekonomi digital dapat berkembang. Infrastruktur ini akan menjadi fondasi penting dalam penerapan teknologi digital secara luas, serta transformasi digital di berbagai industri. Ketiga, dunia membutuhkan ekosistem talenta yang berlapis dan berkelanjutan sebagai pilar strategis bagi perkembangan ekonomi digital dalam jangka panjang.

Di akhir paparannya, Wang mengatakan, "Era AI telah tiba. Huawei akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung perkembangan industri cerdas, serta membangun fondasi kuat bagi dunia yang semakin cerdas. Bersama-sama, mari kita mengubah visi menjadi nilai tambah dan mewujudkan masa depan yang cerdas."

Pada sesi utama, para peserta juga membahas pembangunan infrastruktur digital masa depan.

Joyce Liu, Director, Huawei ICT Marketing Operations Department, menyampaikan, infrastruktur digital merupakan fondasi utama dalam perkembangan industri di era AI. Maka, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada jaringan, energi, dan daya komputasi. Menurutnya, pelaku industri harus segera membangun jaringan berlatensi rendah level milidetik agar tidak terjadi kesenjangan informasi yang dapat menghambat perkembangan AI. Selain itu, pembangunan pusat data hijau juga perlu dipercepat untuk meningkatkan kapasitas komputasi sekaligus mengurangi emisi karbon.

Profesor Rong Ke, Director, Institute of Economics at the School of Social Sciences, Tsinghua University, menekankan, data merupakan faktor produksi penting di era AI. Nilai tambah data dapat dimaksimalkan jika infrastruktur digital diperkuat dalam seluruh proses, mulai dari pembuatan, transmisi, penyimpanan, hingga pemanfaatan data.

Forum tersebut menghasilkan kesepahaman mengenai sejumlah isu penting terkait pengembangan ekonomi digital. Setiap negara berada pada tahap perkembangan ekonomi digital yang berbeda beda sehingga perlu merumuskan strategi pengembangan AI dan jalur implementasi yang sesuai dengan kondisi masing-masing, agar transformasi cerdas dapat berjalan lebih efektif.

Sejak pertama kali digelar pada 2023, Huawei Digital Economy Development Forum telah berkembang menjadi platform komunikasi tingkat tinggi yang mendorong inovasi dan kolaborasi global demi mencapai kemajuan bersama.

MWC Barcelona 2026 berlangsung pada 2–5 Maret di Barcelona, Spanyol. Di ajang tersebut, Huawei juga menampilkan berbagai produk dan solusi terbaru di booth 1H50, Fira Gran Via Hall 1. Informasi selengkapnya: https://carrier.huawei.com/en/minisite/events/mwc2026/

 

 

Berita Terkait

KTT Bisnis Global Kedua tentang Infrastruktur BRI untuk Mempercepat Pencapaian SDGs Digelar di Singapura
Dahua Technology Hadirkan Solusi Hunian Cerdas Terintegrasi di IFA Berlin 2026
Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League
Hisense Hadirkan Warna yang Lebih Nyata dan Nyaman di Mata, serta Hiburan Imersif di IFA 2026
Roborock Catat Pertumbuhan Pendapatan 27,6% pada Semester I-2026, Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Pasar Global
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:28 WIB

KTT Bisnis Global Kedua tentang Infrastruktur BRI untuk Mempercepat Pencapaian SDGs Digelar di Singapura

Minggu, 6 September 2026 - 15:28 WIB

Dahua Technology Hadirkan Solusi Hunian Cerdas Terintegrasi di IFA Berlin 2026

Minggu, 6 September 2026 - 15:25 WIB

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Minggu, 6 September 2026 - 13:15 WIB

Hisense Hadirkan Warna yang Lebih Nyata dan Nyaman di Mata, serta Hiburan Imersif di IFA 2026

Minggu, 6 September 2026 - 01:30 WIB

Roborock Catat Pertumbuhan Pendapatan 27,6% pada Semester I-2026, Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Pasar Global

Sabtu, 5 September 2026 - 07:00 WIB

CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI

Sabtu, 5 September 2026 - 03:59 WIB

Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia

Jumat, 4 September 2026 - 14:21 WIB

Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028

Berita Terbaru

Pers Rilis

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:25 WIB